SATUINA.ID – Timnas Indonesia memulai kampanye Grup B Piala AFF 2024 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Myanmar di Stadion Thuwunna pada Senin 9 Desember 2024.
Myanmar tampil lebih dominan di 45 menit pertama dan sangat disayangkan tidak berhasil unggul saat jeda, setelah peluang Zaw Win Thein hanya mengenai tiang gawang tujuh menit sebelum turun minum.
Berita besar bagi Indonesia sebelum pertandingan dimulai adalah bintang muda Marselino Ferdinan, pencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 melawan Arab Saudi di kualifikasi Piala Dunia 2026 bulan lalu, tampil di lini tengah saat ‘Garuda’ memulai misi untuk mengakhiri penantian panjang akan gelar Piala AFF.
Namun, Myanmar yang mendapat peluang pertama dalam lima menit pertama ketika bintang mereka, Mg Mg Lwin, mengirimkan bola indah menggunakan bagian luar kaki kirinya dari sisi kiri menuju Lwin Moe Aung yang tidak terkawal di tengah.
Sayangnya, upaya tendangan pertama dari gelandang serang tersebut meleset dari sasaran padahal gawang sudah terbuka lebar.
Tuan rumah benar-benar mendominasi pertandingan dan mendapat peluang lagi pada menit ke-17 ketika Thiha Zaw mengontrol bola liar di kotak penalti dengan kaki kanannya, berputar, dan melepaskan tembakan ke arah gawang dengan kaki kiri, tetapi kiper Cahya Supriadi berhasil turun dengan baik untuk menepis bola.
Dominasi dan Peluang Myanmar
Peluang besar ketiga hadir untuk Myanmar di pertengahan babak pertama. Kali ini bek kanan Hein Phyo Win mengirimkan umpan silang dengan kaki kiri menuju Lwin Moe Aung di tiang belakang, tetapi ia menyundul bola melebar hanya beberapa yard dari gawang padahal seharusnya ia bisa mencetak gol.
Myanmar hampir saja mencetak gol lagi pada menit ke-38 ketika Aung Kaung Mann memberikan umpan kepada Zaw Win Thein, yang melepaskan tembakan kaki kiri indah dari jarak 20 meter yang mengenai bagian atas mistar gawang.
Indonesia mendapat peluang terbaik mereka di babak pertama tepat sebelum turun minum, tetapi sundulan Hokky Caraka dari tendangan bebas Arkhan Fikri meleset dari sasaran, dan kedua tim pun masuk ruang ganti dengan kedudukan imbang 0-0.
Mungkin terkejut dengan serangan Myanmar, Indonesia mendengarkan arahan dari pelatih kepala Shin Tae-yong yang langsung melakukan perubahan dengan memasukkan kapten Asnawi dan Rafael Struick di babak kedua untuk mengambil alih kendali permainan.
Struick memiliki peluang pada menit ke-60, dengan tendangan rendah dari jarak jauh yang mudah diamankan oleh kiper Zin Nyi Nyi Aung, sementara Indonesia, meskipun tampil lebih baik di babak kedua, kesulitan untuk menciptakan peluang-peluang matang.
Gol Bunuh Diri, Indonesia Menang
Skuad ‘Garuda’ akhirnya unggul pada menit ke-76 setelah Myanmar gagal mengantisipasi lemparan jauh Pratama Arhan dari sisi kanan, yang memungkinkan Alfriyanto Nico Saputro mengoper bola kembali kepada Asnawi di pojok kotak enam meter.
Tendangan Asnawi kemudian membentur mistar gawang dan kepala Zin Nyi Nyi Aung sebelum masuk ke gawang, memberikan Indonesia keunggulan.
Struick kembali memaksa kiper Myanmar untuk melakukan penyelamatan beberapa saat setelahnya, dengan tendangannya yang mengarah rendah dan dapat ditepis oleh Zin Nyi Nyi Aung saat Indonesia berusaha menutup pertandingan.
Myanmar terus menekan di menit-menit akhir, tetapi tidak ada gol penyama yang tercipta, dan mereka harus menanggung akibat dari peluang-peluang yang terbuang di babak pertama dalam pertandingan yang masih menyisakan banyak hal positif bagi mereka.
Indonesia akan kembali ke Tanah Air untuk menghadapi Laos di Surakarta pada Kamis mendatang, sementara Myanmar akan bertandang ke Manila untuk melawan Filipina pada hari yang sama.*





